Goa Keraton konon berdasarkan ceritanya pada jaman dahulu merupakan pusat dari goa-goa yang ada dalam kawasan Kars Desa Leuwikaret,sebagai tempat pertemuan atau rapat para ghaib,yang semula goa ini juga terdapat walet,namun karena sering didatangi masyarakat yang hendak melihat pesona dan ke elokan goa keraton berangsur di tinggal kan oleh koloni walet dan hanya didiami oleh beberapa ekor kelelawar saja.pesona goa ini sudah terlihat ketika mulai masuk mulut goa,yaitu utamanya pada interior goa yang eksotis dan mudah untuk dimasuki karena berdiameter cukup besar untuk sebuah goa.Goa ini bentukan Horizontal ( dengan balkon atau pendopo layaknya sebuah keraton )
Pada bagian belakang terdapat teras dan sumur vertikal,goa keraton termasuk goa vertikal dengan kedalaman kurang lebih 150 m dengan sungai bawah tanah yang ada di bagian belakangnya,goa ini dianggap mewakili keindahan goa-goa lainnya yang berada dalam kawasan kars leuwikaret.
disamping bentukan goa yang horizontal,penampang mulut goanya yang cukup lebar,relatif mudah disusuri oleh pemula sekalipun,pilar ( Coloum ) bisa terbentuk bila stalagmit dan stalagtit bersatu membentuk sebuah dekorasi tersendiri.
Goa keraton banyak memiliki pilar dan ruang-ruang,dimana dalam setiap ruang tersebut memiliki ornamen yang beragam.
karena intensitas kunjungan yang begitu tinggi pada goa ini oleh manusia,maka perlahan keberadaan'Spelethem'Goa keraton mulai terancam rusak dan menjadi sangat mendesak untuk dilakukan upaya sosialisasi dan perlindungan terhadap ornamen maupun ekosistemnya.
adanya gangguan lain dengan adanya penerangan yang dibawa penelusur dan adanya kotoran-kotoran menempel yang berasal dari sepatu dan pakaian penelusur yang terbawa kedalam goa tentunya sangat mempengaruhi kondisi goa.
Berikut Speleothem lain pada goa keraton :
Flowstone atau batu alir.Flowstone terbentuk dari milyaran tetesan air yang mengalir dan menyelubungi bongkahan batu atau tanah,ornamen jenis ini juga banyak dijumpai di goa keraton.
Drapery atau tirai.terbentuk dari air yang menetes melalui bidang perekahan yang memanjang pada langit-langit yang miring,hingga membentuk endapan cantik yang membentuk lembaran tipis vertikal.
Goa keraton sangat berpotensi menjadi salah satu lokasi tujuan wisata goa,hanya yang perlu diperhatikan lagi adalah bahwa kawasan kars itu mudah sekali rusak ( Fragile ) maka jika eksploitasi goa ini harus dilakukan,penting sekali untuk disosilaisasikan aturan dan etika perlakuannya secara jelas,sehingga keseimbangan antara tujuan wisata dan fungsi alamiah dan sebuah ekosistem goa dapat tetap terjaga.
Untuk itu Desa Leuwikaret melalui PALIKAR ( Pecinta Alam Leuwikaret ) saat ini melakukan konservasi ( perawatan,pemeliharaan secara komprehensif ) Goa Keraton,sehingga untuk saat ini sampai dengan waktu yang belum ditentukan,Goa Keraton tertutup untuk Kegiatan susur goa atau caving.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar